Senin, 22 Juni 2026 WIB

Video Bayi Aneh di India, Nama Kondisinya Harlequin Ichthyosis

Haikal - Kamis, 28 November 2019 11:31 WIB
1.688 view
Video Bayi Aneh di India, Nama Kondisinya Harlequin Ichthyosis


Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

PESISIRNEWS.COM - Informasi mengenai bayi aneh di India menjadiviraldi media sosial Indonesia.

Baca Juga:


LIHAT. JUGA. :Makan-Enak-Di-Daily-Box-Grand-Indonesia


Dalam informasi tersebut, dituturkan bahwa bayi dikandung selama 11 bulan dan memakan usus ibunya. Bayi tersebut juga harus disuntik mati 17 kali agar meninggal.

Berikut informasi lengkapnya:

Bayi ini 11 bln dlm perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh Bayi ini, kemudian dokter mengoprasi ibunya untuk mengeluarkan Bayi ini... Ketika Bayi ini keluar, dia gigit tangan perawat... Setelah 3 jam si Perawat meninggal, IBU Bayi ini pun meninggal setelah Bayi ini keluar... Bayi ini lahir dgn berat 8 kg, setelah 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg... Bayi ini lahir hari jumat, tidak tahu Allah ingin kasi peringatan apa untuk kita semua... Bayi ni kemudian dibunuh, dokter memberinya suntik mematikan sampai 17 kali baru bayi ini mati... Ini kisah benar-benar terjadi di India... Wallahu A'lam

Baca Juga:


LIHAT JUGA :Kampar-Terima-Penganugerahan-Prediket--Kepatuhan-Standar-Pelayanan-Publik-Tahun-2019-


Bersama dengan informasi tersebut, disertakan juga video yang menunjukkan seorang bayi dengan kulit kekuningan pecah-pecah, mata merah dan mulut lebar.

Sumber : kompas

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Road to RBR 2026: Kapolda Riau Ajak Berlari Lawan Karhutla dan Jaga Ekosistem
Soroti Video Viral Anak di Inhil, Ketua PW-IWO Riau Ingatkan Pentingnya Perlindungan Identitas Anak
Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Polda Riau Target Bangun 110 Jembatan untuk Masyarakat, 27 Tuntas 100 Persen
komentar
beritaTerbaru