Peristiwa

Agama Muslim Hebohkan Sumbar, Seperti apa Ajarannya?

Anjar Anjar
Agama Muslim Hebohkan Sumbar, Seperti apa Ajarannya?

Ilustrasi : (Kredit Foto via freepik.com)

Pesisirnews.com- Masyarakat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), khususnya warga Kabupaten Solok, tengah dihebokan dengan tereksposnya "agama baru", yang oleh pengikutnya diberi nama 'Agama Muslim'.


Mengutip covesia.com, diduga, ajaran ini sebenarnya bukan ajaran baru, tetapi sudah ada sejak tahun 1996 yang dibawa oleh salah seorang warga Kota Padang ke Solok setelah belajar di Kota Surabaya, Jawa Timur.


Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus Asmara, seperti dilansir cnnindonesia.com, Jumat (24/7/2020), mengatakan bahwa jumlah pengikut Agama Muslim yang ada di Nagari Koto Sani dan Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok sekitar 20 orang. Mereka mulai menganut kepercayaan itu empat tahun yang lalu.


"Agama awal mereka Islam. Mereka mulai menganut paham itu dari orang yang datang dari Padang ke kampung mereka. Orang itu diutus oleh guru bernama Usman di Padang," ujar Elyunus kepada cnnindonesia.com.


Elyunus mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan pengikut Agama Muslim di Sumani untuk mengetahui ajaran pada aliran tersebut. Setelah membahas dan membandingkannya dengan ajaran Islam, mereka menganggap Agama Muslim bukan bagian dari Islam.


Elyunus menjelaskan bahwa pertemuan MUI Kabupaten Solok dengan perwakilan Agama Muslim di daerah itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat bahwa ada suatu aliran kepercayaan di Sumani yang melenceng dari Islam. Pertemuan difasilitasi Kantor Urusan Agama (KUA) X Koto Singkarak di kantor KUA pada 4 Mei 2020.


Karena para pengikut Agama Muslim mengaku bahwa mereka bukan Islam, kata Elyunus, MUI Kabupaten Solok tidak bisa mengatakan kepercayaan itu sesat. Oleh sebab itu, pihaknya tidak punya wewenang terhadap pengikut agama tersebut lantaran agama mereka berbeda.


"Kami menyerahkan persoalan ini kepada Badan Koordinasi Pengawas Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) karena ada agama baru yang tidak ada dalam undang-undang Indonesia. Bakorpakem yang berada di bawah koordinasi Kejaksaan Negeri Solok, yang di dalamnya ada unsur Polres, Kodim, Kementerian Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama," ucapnya.


Sedangkan pokok-pokok ajaran Agama Muslim diketahui sebagai berikut:


Tidak bertuhan kepada Allah, tetapi kepada Rabbi

Wajib berpedoman kepada Alquran

Meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak ada tetapi hanya meyakini Nabi Ibrahim

Tidak ada kewajiban salat, tetapi mewajibkan mengingat Rabbi

Tidak berpuasa, tapi harus mengendalikan hawa nafsu

Kewajiban berhaji hanya untuk para guru

Bagi pengikut yang ingin berhaji, bisa diwakilkan kepada guru


Penulis: Anjar

loading...