Peristiwa

Kisah Tetangga Yang Membantai Tetangga Hingga Tewas

pesisirnews.com pesisirnews.com
Kisah Tetangga Yang Membantai Tetangga Hingga Tewas

Kapolres Prabumulih saat merilis ungkap kasus pembunuhan petani karet, Senin (7/12/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PESISIRNEWS.COM,Prabumulih - Kisah Erik Ustrada, 25, warga Dusun I Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih mengungkap alasan sampai nekat menghabisi nyawa Suldin, 50, yang memiliki hubungan kekerabatan dengan orang tuanya. Ia menyebut nekat membantai korban karena rasa kasih sayang dan khawatir kepada orang tua menjadi korban saat berkelahi dengan tetangganya.

“Khilaf, Pak. Aku sayang sama bapak, takut terjadi apa-apa kan,” jawab Erik Ustrada, saat ditanya Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH dalam kegiatan press realese kasus pembunuhan, di Mapolres Prabumulih, Senin (7/12). Ditegaskan pria yang memiliki empat orang anak ini, dirinya rela melakukan apa saja demi orang tuanya.

“Saya nih sebagai anak, janganlah penjara nyawa saja saya serahkan demi orang tua, aku cuma bela bapak aku saja,” ungkapnya.

Dikatakan petani karet ini, dirinya baru sadar telah membunuh korban setelah melihat darah korban yang menyucur deras di tanah. “Waktu lihat darahnya baru sadar aku (Sudah membunuh),” ucapnya. Ditanya tahu tidak apa persoalan keributan antara orang tuanya dengan korban, Erik mengaku tidak mengetahui apa pemicu keributan tersebut. Dirinya langsung menyerang korban, yang saat itu dalam posisi terjatuh ditanah.

“Tidak pak, aku dengar pas lagi mengasah parang ada cekcok kan pas aku belari kejadiannya belago tangannya (korban) dalam sarung tidak kelihatan dia teguling aku dari belakang langsung aku kapak dia, dia menepis makanya tangannya putus, kena kapak lagi tiga kali pak,” bebernya sembari menuturkan takut terjadi apa-apa jika pelaku berdiri. “Kalu jantan samo jantan belago jarangkan dak besarang (menggunakan senjata), namanya anak aku memperjuangkan bapakku jangankan masa tahanan ini nyawa bae aku serahkan demi bapakku ya. Aku demi untuk orang tua,” tegasnya sembari menuturkan menyesal atas perbuatan tersebut.

Sementara, Jumaat menuturkan, pagi itu tersangka mendatanginya untuk menanyakan kenapa dirinya menuduh korban mencuri ayam. “Dia ngandoni aku pagi, dio ngomong ngapa nuduh dia maling, aku ngomong aku tidak menuduh biawak di belakang itulah lah maling. Itulah dia bersumpah ngajak besumpah dimano bae,” ungkap Jumaat

Mendengar perkataan korban sambung Jumaat, dirinya menjadi khilaf dan langsung memukul linggis yang ada digenggamannya ke arah leher korban sebanyak dua kali hingga korban terjatuh. “Dia ngamuk-ngamuk pak kalu betengkar, aku pukul dia pakai linggis dua kali pukul anak (tersangka Erik) datang,” tuturnya.

Pasca melakukan aksi pembunuhan itu, Jumaat mengaku sempat melarikan diri ke kebun dan setelah itu pergi kerumah kerabatnya untuk diantarkan ke Polsek Prabumulih Barat guna menyerahkan diri.

“Aku tuh kalu dak menyerah pikiran tidak tenang. Setelah menyerahkan diri ini baru tenang,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tanjung Telang kecamatan Prabumulih Barat, Minggu pagi (06/12) mendadak gempar. Pasalnya, Suldin warga setempat tewas mengenaskan dengan kondisi mengalami luka robek didahi dan lengan tangan kana putus akibat dibacok oleh tetangganya bernama Jumaat dan Erik Ustrada.

Pascamelakukan pembunuhan, Erik langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Prabumulih Barat sementara tersangka atas nama Jumaat melarikan diri.


Jpnn


Penulis: pesisirnews.com

loading...