Peristiwa

Viral, Prajurit Wanita TNI AU ini Cantiknya Kebangetan, Jago Tembak Pula

Anjar Anjar
Viral, Prajurit Wanita TNI AU ini Cantiknya Kebangetan, Jago Tembak Pula

Asha Ramadia / Foto: Instagram/@ashanemo

JAKARTA, Pesisirnews.com - Bumi jagat maya kembali terguncang melihat sosok cantik seorang prajurit wanita dari TNI AU bernama Asha Ramadia.

Nama Asha Ramadia belakangan banyak menjadi perbincangan karena disebut-sebut netizen memiliki kemiripan wajah dengan salah satu juri MasterChef Indonesia, Renatta Moeloek.

Paras cantiknya itu berhasil membuat publik terpukau. Tapi siapa sebenarnya Asha Ramadia?

Pemilik nama lengkap Asha Ramadia Ananda Tanjung merupakan anggota dari TNI Angkatan Udara. Wanita 21 tahun yang saat ini tengah berdinas di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman (Lanud Sulaiman), Bandung, itu memang mengaku telah bercita-cita menjadi seorang tentara sejak dirinya kecil.

"Awalnya milih jadi TNI karena mengikuti jejak ayah saya yang seorang TNI dan saya termotivasi ingin jadi TNI juga," jelas Asha Ramadia seperti dikutip dari Wolipop pada Selasa (12/1/2021).

Walaupun berasal dari keluarga TNI, namun awalnya Asha sempat tidak disetujui oleh sang ayah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang tentara. Sang ayah merasa khawatir bahwa anak gadisnya itu tidak akan mampu melewati pendidikan TNI yang cukup berat.

"Antara ayah sama mama beda pendapat sih. Kalau ayah saya nggak langsung setuju, kalau mama benar-benar setuju," ungkap Asha Ramadia.

Namun anak kedua dari tiga bersaudara itu berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang anggota TNI.

Asha kini telah berpangkat Sersan Dua (SERDA). Walaupun demikian, perjalanan Asha untuk memperoleh gelar sebagai anggota TNI itu tidaklah mudah.

Untuk menggapai cita-citanya, usai lulus SMA di Pematangsiantar, Asha mencoba mengikuti seleksi TNI. Tak disangka, dirinya lulus dan diterima untuk melanjutkan pendidikan TNI di Medan, Sumatera Utara.

Selama 5 bulan Asha menempuh pendidikan hingga akhirnya resmi menjadi anggota TNI Angkatan Udara.

"Prosesnya ya melalui seleksi tes daerah mulai dari tes administrasi, kesehatan, jasmani, psikotes, mental ideologi, skrinning pom, lalu pantukhir,setelah dinyatakan lulus tes daerah langsung lanjut mengikuti seleksi tes pusat yang sama seperti tes daerah lalu ketika dinyatakan lulus langsung mengikuti pendidikan," jelas Asha.

"Dibilang kayak kuliah sih enggak ya karena pendidikan TNI hanya 5 bulan. Tapi juga dalam 5 bulan kita ada pelajaran kelas, lapangan, dan latihan luar seperti di hutan untuk simulasi taktik perlawanan dengan musuh," tambahnya.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

loading...