Jumat, 19 Juni 2026 WIB

PPP Meminta Presiden Joko Widodo Mengevaluasi Kata"Islam Radikal"

Haikal - Selasa, 17 Desember 2019 00:00 WIB
5.115 view
PPP Meminta Presiden Joko Widodo Mengevaluasi Kata"Islam Radikal"
Presiden Joko Widodo/Merdeka

Jakarta Pesisirnews.com - Kata Islam Radikal Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha meminta agar Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi,yang dilekatkan pada kelompok Islam tertentu. Menurutnya, istilah lain selain Islam Radikal diperlukan agar hubungan antara pemerintah dan ormas Islam ke depannya tetap terjalin dengan baik.dilansir saricnnindonesia-ganti

BACA JUGA :Gubernur-DKI-Jakarta-Anies-Baswedan-Membatalkan-Prenghargaan-Adikarya-Wisata-2019-Untuk-Diskotek-1001

Baca Juga:

Hal itu ia sampaikan untuk merespons Hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP yang meminta agar Jokowi menjaga hubungan baik dengan ulama dan umat Islam, termasuk ormas.

BACA JUGA :Penemuat-Mayat-Mengapung-Di-Perairan-Tembilahan-Ini-Kronologinya-

Baca Juga:

"Istilah lain yang lebih santun dengan istilah 'ekstrem kanan' sebagai sebuah istilah yang pernah digunakan oleh presiden Sukarno dan Soeharto," kata Tamliha Senin (16/12).

Lebih lanjut, Tamliha menilai hubungan Presiden Jokowi selama ini dengan umat Islam di Indllonesia sendiri sudah terjalin dengan baik.

Meski demikian, Ia tidak bisa menafikkan masih ada beberapa kelompok Islam tertentu yang tidak memberikan sambutan positif terhadap Jokowi saat Pilpres berlangsung sampai saat ini.

Melihat persoalan itu, Tamliha menyatakan sudah sepatutnya pihaknya sebagai partai berbasis agama meminta kepada Jokowi untuk memperbaiki hubungan tersebut. Hal itu bertujuan agar pelbagai program yang dirancang pemerintah dapat berjalan baik dan dinikmati oleh seluruh masyarakat.

"Agar visi, misi dan program Presiden bisa berjalan dengan baik dan sukses," kata dia.

Isu radikalisme dalam agama menjadi perhatian serius pemerintah. Teranyar, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi membawa isu penangkalan radikalisme di Indonesia ke Sidang Badan Eksekutif Konferensi Menteri Agama, Wakaf, dan Urusan Islam. Forum internasional itu digelar di Amman, Yordania pada Kamis (12/12).

Zainut mengatakan dunia Islam menghadapi tantangan besar dari internal dan eksternal. Dia menyebut beberapa tantangan yaitu ancaman ekstremisme dan terorisme, serta fenomena Islamofobia.

[MGID]

"Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam upaya penanggulangan ancaman radikalisme dan ekstremisme serta komitmen meneguhkan moderasi beragama," kata Zainut dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/12).

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Usai Pilkada, Mafirion Ajak Masyarakat Bersatu Melalui Sosialisasi Empat Pilar*
Pendidikan Budaya Politik di Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Kesadaran Politik Masyarakat
Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku
Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P
Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi
Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru
komentar
beritaTerbaru