Konvoi Petani Sawit Bukit Krikil

Relawan Pemenangan Jokowi-JK Bukit Kerikil Menuju Duri

Rabu, 25 Juni 2014 19:16 WIB
Konvoi Relawan Jokowi-JK Bukit Krikil dari Dumai Menuju Duri 25/06
DUMAI, PESISIRNEWS.com- Perjalanan Relawan Pemenangan Jokowi-JK memasuki hari kedua yang berangkat dari Dumai menuju Duri dengan konvoi kenderaan sepeda motor berjumlah lebih kurang 50 orang yang semuanya warga bukit kerikil berpropesi  petani kelapa sawit.Warga Bukit kerikil ini selama berusaha dilahan mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak baik terutama PT Arara Abadi (Sinar Mas Group) berupa perampasan tanah dan pihak keamanan yang menjadi beking Perusahaan HTI Asia Pulp and Peper 


Pesisirnews yang turut mengikuti konvoi dari  Bukit  kerikil menuju Pekan baru dampingi  Soroso Ketua Relawan Jokowi-JK  pada saat istrahat dan brifing bersama rekan relawan lainya mengatakan "   Dari empat tuntutan salah satunya yang merupakan pembohongan publik mengenai Cagar Biosper Bukit Batu yang digadang-gadang Sinar Mas Group yang  tidak pernah disosialisasikan ke warga Desa Bukit Kerikil dan Tasik Serai."papar Suroso

Menurut Soroso "Sebaiknya Rakyat diajak, diayomi dirangkul untuk bersama-sama mengelola alam Biosfer tapi mengapa rakyat petani yang bercocok tanam di uber –uber dan di takut takuti aparat  Kehutanan, polisi dan tentara dengan membawa senjata seolah-olah rakyat itu musuh negara. Plang tulisan area Biosfer baru dibuat di sungai alam siak kecil akhir tahun desember 2013, padahal biosper ini digadang-gadang di Seoul Korea Selatan 2009. Kemana Dana yang digelontorkan untuk pengeloaan yang seharusnya rakyat di sekitar  Biosfer ini harus ayomi."kaapta suroso

Dan Soroso menjelaskan ada poin lain tuntutan warga desabukit kerikil mengenai Kabut Asap landa Riau beberapa bulan lalu mengatakan" Polusi asap luar biasa membuat SBY turun ke riau dengan menurunkan. ribuan Tentara, Polisi dan Kehutanan masuk lewat desa Bukit Keriikil dengan propaganda untuk mematikan api asap kebakaran hutan. Miliaran dana uang rakyat dari APBN untuk memadamkan api. Ratusan kali pesawat kecil dan Helikopter membawa para pejabat untuk melihat titik api. Tapi tidak pernah diungkapkan lebih dari 1000 ha Hutan Tanaman Industri  Asia Pulp and Paper ini ternyata terbakar. Mulai dari RT 01 perumahan PT Arara Abadi di bukit kerikil terus berlanjut kedaerah Gapoktan sampai pada daerah Sepahat."kata suroso

Kemudian Ia mengatakan " Bahkan HTI didaerah Mataram Bukit Kapur Dumai hingga perbatasan Rokan Hilir terbakar. Ini di duga pelanggaran tindak pidana yang melanggar pasal 78 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Kehutanan serta Pasal 98, 99, 108 UU PPLH pengelolaan lingkungan hidup. Tapi aparat tutup mata terhadap hal ini. warga bukit kerikil dengan kasat mata melihat para aparat ini di beri fasilitas akomodasi di perumahan arara abadi rt 01 desa Bukit Kerakil. Seharusnya Aparat ini secara baik-baik berada ditengah-tengah rakyat untuk bersosialisasi dengan rakyat, mendengar rakyat ada apa masalah sebenarnya bukan malah mendengar sepihak dari pemodal dan ujung-ujung rakyat ketakutan."dengan semangat suroso menceritakan.

" Dengan laras senjata bak zona perang aparat brimob dan tentara ini membuat rakyat petani ketakutan dan lari mengungsi karena banyak rumah nya di rusak bahkan ada rumah ibadah yang dirusak.Relawan Jokowi JK Bukit Kerikil akan  mengadukan masalah perampasan tanah dan tindak pidana yang dilakukan perusahaan Hutan Tanaman Industri Asia Pulp and Paper (Sinar Mas Group) dengan anak perusahaannya PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung pemasok kayu ke PT Indah Kiat Pulp and Paper di Perawang.Dan konspirasi dan praktek korupsi yang tidak pernah diungkap di sekitar Area HTI Asia Pulp and Paper (Sinar Mas Group) di Bukit Kerikil. Orientasi Pengelolaan Kehutanan  yang diberikan oleh Pejabat di negeri ini  sangat pro pemodal dan bukan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat."papar suroso pada saat akan berangkat menuju duri kepada pesisirnews.(sahat/bersambung)

loading...
Tags
Loading...

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments