• Home
  • Politik
  • NASIONAL
  • Senator Aceh, H Sudirman Mengecam Pernyataan Ketum PSI Grace Natalie Yang Menola

Senator Aceh, H Sudirman Mengecam Pernyataan Ketum PSI Grace Natalie Yang Menolak Perda Syaria

Selasa, 20 November 2018 18:23 WIB
H Sudirman
Pesisirnews.com,JAKARTA - Senator atau anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma mengecam pernyataan politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang akan menolak peraturan daerah (Perda) berbasis agama jika partai yang dipimpinnya lolos ke parlemen pada Pemilu 2019 nanti.

Dalam siaran pers, Senin (19/11/2018), Haji Uma begitu dia akrab disapa berpendapat bahwa pernyataan sikap politik PSI yang menolak perda syariah, tidak relevan dengan alasan yang melatarbelakanginya dan sebaliknya bertolak belakang dengan realitas yang sesungguhnya.

"Kalau dasar penolakan terhadap Perda berbasis agama khususnya perda atau Qanun Syariat Islam yang hari ini berlaku di Aceh karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila serta guna mencegah diskriminasi, ketidakadilan, dan tindak intolerasi, maka sama sekali tidak ada kolerasi dan relevansi serta di luar konteks," kata Haji Uma.

Menurut Haji Uma, Perda berbasis agama tidak bertentangan dengan konstitusi Republik Indonesia dan ideologi negara. Undang-Undang Dasar 1945, kata Haji Uma, memberi ruang bagi aturan hukum di bawahnya untuk mengatur regulasi berkaitan hukum agama.

Haji Uma berpendapat bahwa perda berbasis agama justru menjadi bagian yang memperkuat manifestasi Pancasila, dalam kaitan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.



Karena itu, Haji Uma menyayangkan pernyataan Grace Natalie karena hanya akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan, khususnya masyarakat Aceh sebagai daerah yang menerapkan hukum syariat Islam.

Karena itu, dalam kapasitasnya sebagai rakyat Aceh dan anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma mengecam pernyataan politik tersebut dan mendesak agar Grace Natalie meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh.

"Pernyataan itu sangat meresahkan dan melukai hati umat muslim di Aceh. Apakah dengan berlakunya Qanun Syariah Islam, lantas Aceh tidak toleran dan diskriminatif serta tidak tidak ada keadilan? Hemat saya, alasan itu terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu, Grace Natalie harus segera minta maaf kepada rakyat Aceh," tegas Haji Uma.


Riaumandiri.co

loading...
Tags Daerahhukumnasionalperistiwapolitik
Loading...

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments