Tekno

Meski Berteman Baik, Mengapa Rusia Tidak Peduli Terhadap Banyaknya Jet J-15 China yang Jatuh?

Anjar Anjar
Meski Berteman Baik, Mengapa Rusia Tidak Peduli Terhadap Banyaknya Jet J-15 China yang Jatuh?

Ilustrasi: Pesawat Tempur China J-15. (Foto via Sputnik News)

Pesisirnews.com - Meski pun Rusia dan China sekarang berteman, bahkan mengadakan latihan bersama, namun hubungan kedua negara tidak sepenuhnya mesra.

Hal ini karena Rusia menuding China membajak teknologi militer mereka, diantaranya teknologi pesawat tempur.

Sputnik News Rusia baru-baru ini memuat artikel berjudul "Angkatan Laut China Kekurangan Pesawat Tempur Berbasis Kapal Induk, Hanya Memiliki J-15 yang Ditunggangi Bermasalah.”

China pun mengakui begitu banyak J-15 yang jatuh dan terbakar sehingga China sedang mengembangkan jet pengangkut baru, J-31.

Sementara The Asia Times mencatat bahwa media China telah meremehkan pesawat dengan berbagai cara, termasuk menyebutnya sebagai 'ikan yang gagal' karena ketidakmampuannya untuk beroperasi secara efektif dari kapal induk China.

Mesin J-15 dan bobotnya yang berat sangat membatasi kemampuannya untuk beroperasi secara lincah dan efektif.

Dengan bobot kosong 17,5 ton, ia melampaui skala untuk pesawat tempur berbasis kapal induk. Sebagai perbandingan, F-18 pekerja keras Angkatan Laut AS, hanya berbobot 14,5 ton.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar