Hukrim

Menolak Pemakaman Jenazah Perawat Terpapar Covid 19,Tiga Orang Di Ciduk Polda Jateng

pesisirnews.com pesisirnews.com
Menolak Pemakaman  Jenazah Perawat Terpapar Covid 19,Tiga Orang Di Ciduk Polda Jateng

Jateng,PESISIRNEWS.COM -Tiga orang kita amankan karena ikut memprovokasi warga sehingga warga menolak acara pemakaman yang sudah sesuai standar dan SOP.Ketiga pelaku yakni, TH (31), BS (54), dan ST (60)


BACA JUGA :Zaman-Edan--Mantu-Kencani-Mertua


Dikutip dari merdeka, Mereka ditangkap berdasarkan bukti di lapangan," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto saat diwawancarai wartawan, Sabtu (11/4).


BACA JUGA :Ops-Keselamatan-Lancang-Kuning-2020--Polres-Kampar-Bagikan-Masker-kepada-Pengguna-Jalan


Para terduga provokator ini ditangkap dan digelandang ke Polda Jateng setelah dianggap menjadi biang keladi dari protes berlebihan oleh warga.


"Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku dan tujuh saksi. Mereka kita periksa untuk mengetahui atas dasar apa penolakan jenazah itu dilakukan," ungkapnya.


Terkait pelaku yang ditangkap satu diantaranya Pak RT warga Sewakul, pihaknya enggan menjelaskan secara detail. "Nanti dulu ini baru kami periksa untuk pengembangan," jelasnya.


Budi menjelaskan kepolisian paham dengan kekhawatiran beberapa masyarakat soal penyebaran virus Corona. Namun ia memastikan pemerintah tidak ceroboh dalam pemakaman pasien positif Covid-19 atau Corona.


"Kami pasti mengawal dan pemerintah tidak mungkin ceroboh, tidak mungkin tidak perhatikan keselamatan warga. Setiap pemakaman jenazah terinveksi corona sudah dapatkan SOP," jelasnya.


Maka jika ada penolakan, lanjut Budi, bisa dijerat dengan Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP serta Pasal 14 Undang-undang nomor 04 tahun 1984 tentang penanggulangan wabah.


"Pelaku yang diamankan diduga melanggar Pasal 212 dan 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit," tegasnya.


Dari informasi yang diperoleh, tiga orang yang ditangkap merupakan tokoh masyarakat. Mereka terlibat dalam upaya blokade untuk menolak pemakaman jenazah perawat yang rencananya akan dimakamkam di sebelah makam ayahnya di TPU Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran, Kamis (9/4) lalu.

[ADNOW]

Jenazah kemudian dibawa ke Kota Semarang untuk dimakamkan di komplek pemakaman Bergota tidak jauh dari tempat kerja almarhumah yaitu di RSUP dr Kariadi Semarang.(***).


Penulis: Haikal

loading...