• Home
  • Hukrim
  • Sambil Menangis, Halimah Ngaku Diperkosa 6 Pria

Sambil Menangis, Halimah Ngaku Diperkosa 6 Pria

admin Minggu, 10 Maret 2019 15:59 WIB

Pesisirnews.com - Halimah menangis sambil memegangi perutnya. Dia mengaku diperkosa enam pria di kuburan di Keluahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, Jumat (8/3).

Baca Juga :Tim Gabungan Berupaya untuk Memadamkan Sisa Kebakaran

Warga yang merasa kasihan lantas membawa Halimah ke teras warung milik Neni di kawasan itu.

Halimah mengaku diperkosa lantas ditinggal. Dia juga mengaku uangnya sebesar Rp 50 ribu diambil para pelaku.

"Saya diperkosa, Om. Ada enam orang. Celana saya dibuka, terus saya ditelanja**i," kata Halimah sebagaimana dilansir laman Prokal, Sabtu (9/3).

Halimah mengatakan, dirinya diajak seorang pria dari rumahnya menuju kawasan BP menggunakan motor matik.

Sesampainya di tujuan, dia diajak berkumpul bersama pemuda yang sedang ngelem.

Setelah itu dia dibawa ke kuburan. Di sana dia digilir oleh sekelompok pria lantas ditinggal begitu saja.

"Saya mau pulang aja ini, Om," ujar wanita asal Teritip itu.

Baca Juga :Jajaran Pemkab Inhil Ikuti Bimtek SAKIP

Sementara itu, Neni mengatakan, Halimah ditemukan dalam kondisi lemah dan menangis.

Halimah juga tampak terkatung-katung sembari menahan sakit di bagian perut. Dari sela-sela celana pendek yang dikenakan Halimah terdapat bercak yang diduga sperma.

"Awalnya dia jalan kaya orang gimana gitu. Terus memang ada basah celananya dan kayanya itu sperma. Dia juga nahan sakit. Terus dia bilang habis diperkosa," terang Neni.

Tidak berselang lama relawan dari Info Bencana, Trantib Kecamatan Balikpapan Utara dan Gunung Samarinda Baru mendatangi lokasi.

Relawan lantas membawa Halimah ke Polsek Balikpapan Utara.

Baca Juga :Kuli Bangunan Cabuli Bocah Perempuan Di Ringkus Polsek Tambang

"Ini dibawa aja ke Polsek Utara untuk buat laporan dulu karena ada indikasi pemerkosaan," kata Kasi Trantib Kecamatan Balikpapan Utara Henri.(Jpnn.com/dan)

Loading...
Tags Daerahhukrimpolisi

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments