Kesehatan

Peringati Hari AIDS Sedunia RSUD PH Paparkan Penderita AIDS/HIV Juni 2010/November 2019 berjumlah 224 penderita HIV dan 168 penderita AIDS.

pesisirnews.com pesisirnews.com
Peringati Hari AIDS Sedunia RSUD PH Paparkan Penderita AIDS/HIV Juni 2010/November 2019 berjumlah 224 penderita HIV dan 168 penderita AIDS.

PESISIRNEWS.COM -Dalam rangka memperingati hari AIDS Sedunia Tahun 2019 (5/12/19) RSUD Puri Husada Tembilahan yang dipimpin oleh dr. Saut Pakpahan, adakan penyuluhan kesehatan di lobi kantor RSUD Puri Husada.


BACA JUGA :Geledah-Kantor-DPMPTSP-Dumai--KPK-bawa-keluar-koper-dan-kardus-berisikan-dokumen-penting-


Kegiatan ini dihadiri oleh pihak rumah sakit Puri Husada Tembilahan, kelompok dampingan sebaya HIV, bapak Bobby Setiawan, SE., M.Si, beserta Tim, bapak ibu dari Persadia, dan mahasiswa Universitas Islam Indragiri, STAI Auliaurrasyidin, dan Akbid Husada Gemilang.


BACA JUGA :Taja-Penyuluhan-Kesehatan-RSUD-PH-Peringati-Hari-AIDS-HIV-Sedunia


Tema acara ini adalah Communities Make The Difference dengan Subtema, bersama masyarakat menuju sukses, dan dipayungi oleh satu brand hari kesehatan yang lalu yaitu Masyarakat sehat Indonesia unggul.


Dalam penyuluhan ini, disampaikan dua materi. Materi pertama berisi tentang perkenalan HIV dan AIDS, yang disampaikan oleh penanggung jawab Poli VCT, Syaifullah, Amk. Dalam materinya ia menjelaskan cara pencegahan agar tidak terinfeksi HIV adalah dengan ABCDE, yaitu Abstinence, Be faithfull, Condom, Disposable Syringe, dan Edukasi.

[MGID]

Pada materi kedua, diisi oleh bapak Bobby Setiawan, SE.,M.Si tentang Stigma dan Diskriminasi pada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Dalam materinya ia mengatakan bahwa HIV tidak menular melalui berjabat tangan, makan bersama, berpelukan, atau dekat dengan penderita HIV. Sehingga tidak perlu adanya diskriminasi perlakuan.


Berdasarkan data yang ada jumlah temuan kasus HIV dan AIDS RSUD Puri Husada Tembilahan dari Juni 2010 hingga November 2019 berjumlah 224 penderita HIV dan 168 penderita AIDS.


Pada sesi tanya jawab Syaifullah menjawab pertanyaan mahasiswa Universitas Islam Indragiri, Fakultas Hukum, Shinta Yulia Andani, bahwa untuk menghindari agar penderita HIV sampai pada Fase AIDS adalah dengan melakukan pengobatan, perawatan dan dukungan.


"Pengobatan, ada dari progam yaitu Anti Retrovira, jadi virus itu tidak bisa mati tapi berkembang, kemudian perkembangan itu yang ditekan, jika virusnya ditekan, jadi virusnya akan sedikit, jika virusnya sedikit, yang menyebabkan seseorang sakit akan lebih sedikit, sehingga fase dari HIV dan AIDS akan lama" ujarnya

[ADNOW]

Kemudian, Bobby Setiawan menambahkan, AIDS tidak ada obatnya, tidak ada namanya mantan ODHA, sehingga pasien harus diberikan ARV untuk mencegah sampai ke fase AIDS.


"Jika sudah sampai ke fase AIDS dia bisa kembali ke Fase HIV apabila meminum obat Anti Retrovira (ARV), jika tidak rutin minum ARV dan putus-putus terapi ARV-nya gagal" jelasnya


Selanjutnya dr. Risna Hidayati selaku dokter di klinik VCT RSUD Puri Husada menambahkan bahwa ketika dites hasilnya positif HIV/AIDS, maka akan langsung terapi tidak seperti peraturan yang lalu. Dan ARV harus diminum tepat waktu, karena bila tidak tepat waktu maka akan percuma.


Setelahnya, kegiatan ini ditutup dengan pembagian doorprise dan diadakannya tes pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis kepada peserta, yang dilakukan pihak rumah sakit.(shinta)

Penulis: Haikal

loading...