Peristiwa

Lantaran Kesulitan Ekonomi Dua Hari Tak Makan "Minum Air Galon" Yuli Menimggal Dunia Ditengah Pandemi Covid 19

pesisirnews.com pesisirnews.com
Lantaran Kesulitan Ekonomi Dua Hari Tak Makan "Minum Air Galon" Yuli Menimggal Dunia Ditengah Pandemi Covid 19

SERANG,PESISIRNEWS.COM - Yuli, warga RT (03/07) Lingkungan Kaloran, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, meninggal dunia di Puskesmas Singandaru, Senin (20/4), pukul 14.30 WIB. Yuli meninggal dunia setelah dikabarkan dua hari tidak makan lantaran kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.


LIHAT JUGA :Mike-Tyson-Berharap-Bisa-Ngisap-Ganja-Bareng-Bob-Marley


Lurah Lontar Baru, Kecamatan Serang, Dede Sudrajat mengaku mendapatkan informasi dari RT dan RW Lontar Baru.


"Saya nerima informasi dari RT dan RW langsung. Ibu Yuli, warga yang dua hari tidak makan meninggal dunia. Saya turut berduka cita," kata Dede kepada wartawan seperti diberitakan Radar Banten (grup radar sukabumi)


BACA JUGA :Lagi-Duduk-Di-Warung--Jurtul-Judi-KIM-Diringku-Polisi


Meski, belum diketahui pasti penyebab meninggalnya, namun dugaan sementara akibat jantung.

[MGID]

Camat Serang Tb Yassin mengatakan, ia mendapat laporan dari Lurah Lontar Baru bila warga yang baru mendapat bantuan, Yuli dinyatakan meninggal pada pukul 15.00.


"Itu beritanya memang benar. Saya sekitar 16.30 datang takziyah ke rumah almarhumah (Yuli)," katanya.


Ia mengaku tidak tahu persis penyebab meninggalnya mendiang Yuli. Namun yang ia ketahui, Yuli dinyatakan meningggal saat dibawa menuju Puskesmas Singandaru.

[ADSENSE]

Sebelumnya, Yuli dan suaminya beserta empat anaknya menahan lapar dan hanya minum air galon isi ulang.


Cuma bisa minum air galon isi ulang, anak-anak bilang lapar hanya minum air saja," kata Yuli pada saat diwawancara sebelum dinyatakan meninggal


Bahkan, ia sempat meminta bantuan sembako kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.


Namun, ia mendapat jawaban yang tidak diharapkannya, pihak RT mengatakan bila bantuan belum diterima olehnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

"Sudah coba datang, katanya tidak bisa dapat bantuan," ujarnya.

[ADNOW]

Ia pun menceritakan, bila suaminya tetap mencari usaha dan berusaha mencari barang bekas untuk menyambung hidup. Dalam satu hari, suaminya bisa membawa uang Rp 25.000 sampai Rp 30.000.


Sumber :radarsukabumi


Penulis: Haikal

loading...