International

Laporan Terbaru PBB: Mengerikan, dalam Tiga Tahun Boko Haram jadikan 200 Anak "Bom Manusia"

Anjar Anjar
Laporan Terbaru PBB: Mengerikan, dalam Tiga Tahun Boko Haram jadikan 200 Anak "Bom Manusia"

Ilustrasi : (Kredit Foto : un.org)

New York- Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Virginia Gamba menyampaikan laporannya dihadapan anggota PBB di markas PBB New York, mengenai konflik bersenjata di Nigeria pada Jumat kemarin (24/7).


Laporan tersebut menyampaikan bahwa kelompok ekstrimis Boko Haram menggunakan setidaknya 203 anak di bawah umur, kebanyakan dari mereka perempuan, untuk melakukan serangan teroris antara Januari 2017 dan Desember 2019.


Melansir france24.com (25/7/2020), laporan yang disajikan kepada anggota PBB menerangkan bahwa selama tiga tahun terakhir di Nigeria, terdapat 5.741 pelanggaran serius terhadap anak di bawah umur, dan telah dikonfirmasi, termasuk 3.061 rekrutmen paksa oleh kelompok Boko Haram, dan penculikan atas setidaknya 1.385 anak-anak.


"Praktek Boko Haram yang sangat tercela adalah menggunakan anak-anak, terutama perempuan, sebagai pembawa bom rakitan yang dikenakan ke tubuh mereka,” "kata Gamba.


Secara khusus, dokumen itu berbicara tentang 146 anak perempuan dan 57 anak laki-laki yang terpaksa melakukan serangan bom bunuh diri di negara itu. Ditambah dengan angka-angka ini adalah 1.133 anak di bawah umur yang meninggal atau dimutilasi di timur laut Nigeria, sementara 280 lainnya ditinggalkan di tengah serangan ofensif oleh pasukan keamanan Nigeria.


Anak-anak lain yang diculik, menurut Gamba, digunakan sebagai budak seks atau melakukan tugas-tugas pendukung seperti sebagai koki atau kuli angkut.


Laporan itu juga memperingatkan bahwa hingga saat ini, 64 insiden kekerasan seksual yang mempengaruhi 204 anak di bawah umur telah diverifikasi, tetapi Badan tersebut memperkirakan bahwa banyak kasus lain seperti perkosaan yang tidak dilaporkan karena orangtua takut akan stigma, pembalasan, dan kurangnya sumber daya untuk para penyintas.


Yang paling mengkhawatirkan, serangan-serangan terhadap anak-anak ini telah melintasi perbatasan Nigeria dan sekarang juga terjadi di negara tetangga, Kamerun, Chad dan Niger, tempat aksi kelompok itu juga terjadi.


"Anak-anak di Nigeria dan negara-negara tetangga terus menderita pelanggaran mengerikan oleh Boko Haram dan perluasan kegiatan oleh kelompok ini di wilayah Cekungan Danau Chad adalah masalah serius bagi PBB," ungkap Gamba.


Pelanggaran oleh Pasukan Pemerintah


Selain pelanggaran kemanusiaan berat oleh kelompok Boko Haram, pelanggaran lain yang dicatat dalam laporan ini berkaitan dengan kekerasan seksual dan penangkapan oleh pasukan Nigeria, terutama oleh Satgas Sipil Gabungan (CJTF), sebuah kelompok lokal yang mendukung Pasukan Keamanan yang dibentuk pada 2013 .


Menurut laporan itu, lebih dari 2.000 anak di bawah umur adalah korban rekrutmen dan eksploitasi oleh CJTF sebelum September 2017, ketika kelompok tersebut menandatangani Rencana Aksi dengan PBB untuk mengakhiri pelanggaran tersebut.


PBB memperingatkan bahwa bahwa jumlah sebenarnya anak-anak yang terkena dampak konflik bersenjata tidak dapat ditentukan karena para peneliti tidak memiliki akses ke fasilitas atau anak-anak. Padahal penangkapan anak di bawah umur masih berlangsung dan tidak dilaporkan karena pihak asosiasi dan orang tua mereka takut dengan pembalasan Boko Haram.


Dihadapan negara-negara anggota, perwakilan PBB menyatakan keprihatinan yang sangat besar atas berlangsungnya kejahatan kemanusiaan yang belum tertanggulangi sepenuhnya ditengah pesatnya kemajuan peradaban manusia.


Penulis: Anjar

loading...