Tekno

Mengapa Peta Dasar Laut Dibutuhkan?

Anjar Anjar
Mengapa Peta Dasar Laut Dibutuhkan?

Ilustrasi: Hasil pemetaan terbaru tentang keberadaan gunung-gunung laut di lepas pantai Brasil. (Sumber gambar: GEBCO / VICKI FERRINI)

Pesisirnews.com - Ketika Seabed 2030 diluncurkan pada 2017, hanya 6% lautan yang sudah dipetakan dengan standar modern.

Seabed 2030 adalah proyek kolaborasi antara Nippon Foundation of Japan dan General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO).

Proyek ini bertujuan untuk menyatukan semua data batimetri yang tersedia untuk menghasilkan peta definitif dasar laut dunia pada tahun 2030 dan membuatnya tersedia untuk semua.

Upaya penelitian guna menyusun peta definitif dasar laut Bumi sedikit lebih maju untuk mendekati penyelesaian.

Pengukuran modern kedalaman dan bentuk dasar laut saat ini mencakup 20,6% dari total area di bawah air.

Hanya sedikit meningkat dari tahun lalu (19%); tetapi seperti yang dialami pihak lainnya, Nippon Foundation-GEBCO Seabed 2030 Project terkendala pandemi Covid-19.

Tambahan 1,6% itu adalah berupa hamparan dasar laut yang kira-kira setara dengan setengah ukuran negara Amerika Serikat.

Kemajuan dari proses pemetaan Seabed 2030 dirilis pada Hari Hidrografi Sedunia (World Hydrography Day).

Pencapaian tersebut sejauh ini masih menyisakan, tentu saja, empat perlima lautan di Bumi tanpa depth sounding kontemporer.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar