Daerah

Diduga Sungai Tercemar Limbah PKS PT K, Warga Langsung Merekam


Diduga Sungai Tercemar Limbah PKS PT K, Warga Langsung Merekam
Photo : Istimewa

Sungai Alam Jayantri yang Diduga Tercemar Limbah Pabrik Kelapa Sawit.

Rokan Hilir


Pesisirnews.com - Lembaga - Komunitas Pengawas Korupsi Rokan Hilir (L-KPK Rohil) mengaku mendapat sebuah video rekaman dari seorang warga Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira) yang merekam tentang air yang menghitam dan berbau dan diduga kuat adalah cairan limbah dari sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mengalir serta mencemari sungai yang berada di Kepenghuluan Makmur Jaya, Dusun Harapan Jaya, Kampung Jayantri, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau.

Hal itu disampaikan langsung oleh Andri Suherman yang merupakan perwakilan dari L-KPK Rohil kepada wartawan, Senin (9/3/2020). Dia menyatakan berdasarkan keterangan dari warga yang merekam peristiwa tersebut terjadi pada hari Jum'at (6/3) lalu.


"Warga yang merekam mengatakan bahwa, kejadian itu ia (warga, red) tiga hari yang lalu (Jum'at yang lalu). Tadi rekaman tersebut ia kirim via What'sApp kepada saya," beber Andri, baru-baru ini kepada Pesisirnews.com.


Lanjutnya lagi, warga tersebut menjelaskan kalau sungai yang terlihat berbeda warna itu juga berbau limbah yang menurutnya adalah limbah PKS.


"Menurut warga tersebut, air sungai yang menghitam itu bau limbah PKS yang biasa berada di kolam limbah PKS pada umumnya. Dan saya juga menduga kuat bahwa limbah tersebut dari PT K, karena saya tahu persis hulu dari sungai itu mengarah ke PKS PT K itu," imbuhnya.


Ditambahkannya, limbah cair yang direkam oleh warga tersebut setelah hujan reda dan ia juga menduga bahwa limbah itu dibuang ke sungai pada saat sebelum hujan turun.


"Jadi, untuk itu, saya dari perwakilan L-KPK Rohil meminta kepada pihak terkait dalam hal ini DLH Kabupaten Rohil untuk melakukan tindakan keras terhadap perusahaan yang membuang limbah tersebut ke sungai alam yang berada di Kepenghuluan Makmur Jaya. Karena limbah ini bisa merusak habitat pada sungai tersebut, belum lagi dampak lainnya," tandasnya.(Budiman)

Penulis:

Editor: Budi

loading...