Artikel

Batam Logistic Ecosystem: Wujudkan Ekosistem Logistik Nasional yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Anjar Anjar
Batam Logistic Ecosystem: Wujudkan Ekosistem Logistik Nasional yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Kolase: wikimedia.org/kemenkeu.go.id/Pesisirnews.com)

Pesisirnews.com - Hingga kini Indonesia masih terus berjuang untuk keluar dari pandemi Covid-19 yang telah memengaruhi berbagi sektor kehidupan masyarakat. Tetapi di saat seluruh elemen bangsa dilibatkan dalam upaya memberantas pandemi Covid-19, pemerintah justru menyisipkan isu logistik sebagai salah satu stimulus kebijakan yang harus dikerjakan.

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa tata kelola logistik nasional kembali dijadikan salah satu stimulus kebijakan di saat bangsa kita tengah menghadapi pandemi Covid-19? Padahal, masyarakat mungkin lebih membutuhkan regulasi yang koheren dengan situasi pandemi Covid-19, di mana dampak negatifnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Terhadap pertanyaan seperti di atas tentu pemerintah punya pertimbangan dari berbagai aspek, misalnya aspek strategis, ekonomis dan sosiologis meski sebaiknya ada penjelasan yang disampaikan pemerintah ke publik sehingga tidak menimbulkan jawaban yang bersifat asumstif dari masyarakat.

Tetapi menurut penulis, terlepas dari situasi pandemi Covid-19, dan progres tata kelola logistik nasional kita yang mungkin belum berjalan secara optimal, yang perlu untuk kita pahami adalah bahwa pembenahan tata kelola logistik nasional memang harus dilakukan.

Mengapa? Karena tanpa tata kelola logistik nasional yang baik maka mustahil Indonesia mampu berkompetisi dengan negara-negara lain dalam urusan manajemen dan pelayanan logistik.

Selain itu, ada dua alasan penting mengapa Indonesia harus mempunyai tata kelola logistik yang baik:

Pertama: Tanpa tata kelola logistik yang baik maka Indonesia berpotensi kehilangan pemasukan negara karena transit logistik dari negara lain memungkinkan diperolehnya nilai-nilai sosial-ekonomi dari adanya kegiatan perpindahan barang yang berhubungan dengan transportasi.

Kedua: Jika tata kelola logistik nasional kita buruk maka dampak yang dirasakan masyarakat adalah menjadi mahalnya harga-harga akibat proses distribusi arus barang, informasi, dan uang yang memakan waktu dan biaya.

Jadi jelas, tanpa tata kelola logistik yang baik, kehidupan masyarakat justru akan terbebani. Apalagi hingga kini Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari merdeka.com, dalam rapat terbatas membahas Penataan Ekosistem Logistik Nasional pada 18 Maret 2020 lalu, Presiden Jokowi mengatakan: “Jika kita bisa fokus pada peta jalan yang jelas dan target yang terukur, maka Indonesia akan memiliki layanan logistik yang murah dan cepat dengan biaya yang transparan dan kompetitif, sehingga sistem logisik Indonesia akan menjadi lebih efisien”.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

mgid.com, 340009, DIRECT, d4c29acad76ce94f
loading...
loading...