International

Usai Tutup Sekolah Perempuan, Taliban Bikin Aturan Tak Beri Kerja kepada Pria Tak Berjanggut

Anjar Anjar
Usai Tutup Sekolah Perempuan, Taliban Bikin Aturan Tak Beri Kerja kepada Pria Tak Berjanggut

Pasukan Taliban. (Foto via Alarabiya.net/Reuters)

KABUL (Pesisirnews.com) - Hanya beberapa hari setelah keputusannya untuk menutup sekolah perempuan, Taliban menetapkan persyaratan baru bagi mereka yang ingin bekerja di departemen pemerintah.

Dilansir dari Alarabiya.net, Selasa (29/3), sebuah sumber mengungkapkan bahwa apa yang disebut Kementerian Etika Publik pemerintahan Taliban pada hari Senin, bahwa karyawan pria wajib berjanggut dan mematuhi pakaian resmi.

Tiga sumber mengkonfirmasi bahwa anggota kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan gerakan tersebut memerintahkan semua pegawai pemerintah untuk tidak mencukur jenggot mereka dan mengenakan pakaian lokal yang terdiri dari kemeja panjang longgar, celana dan sorban.

Ancaman pemecatan

Sumber tersebut menambahkan bahwa karyawan pemerintah telah diberitahu bahwa mulai sekarang mereka yang tidak berjanggut tidak boleh masuk kantor, dan pada akhirnya akan dipecat dari pekerjaan jika mereka tidak mematuhi aturan resmi yang ditetapkan Taliban.

Taliban juga mengeluarkan arahan kepada tukang cukur di provinsi selatan Helmand pada September 2021, yang melarang mereka memotong janggut, atau bahkan menempatkan musik di toko saat bekerja.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar