International

Meski Terancam Dianiaya, Sekelompok Wanita Afghanistan Nekat Mendemo Taliban di Kabul

Anjar Anjar
Meski Terancam Dianiaya, Sekelompok Wanita Afghanistan Nekat Mendemo Taliban di Kabul

Sekitar 50 orang wanita Afghanistan berdemonstrasi di Kabul menentang diskriminasi yang dilakukan Taliban terhadap wanita. (Al-Arabiya)

KABUL (Pesisirnews.com) - Setelah mendapat banyak kecaman dari kalangan internasional, pada hari Minggu, penguasa Afghanistan di bawah rezim Taliban kembali membuka sekolah untuk anak perempuan dari kelas tujuh hingga dua belas, tetapi masih mengecualikan untuk mereka yang duduk di bangku sekolah menengah.

Sementara, Taliban membuka kembali sekolah menengah untuk anak laki-laki, sedangkan anak perempuan diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya yang mendalam bahwa kebijakan ini, belum lagi pembatasan lain atas kebebasan dasar, akan memperdalam krisis ekonomi di negara miskin itu, dan menciptakan ketidakamanan, meningkatnya kemiskinan serta isolasi yang lebih besar dari kalangan internasional.

"Ini adalah hal yang tragis, memalukan, dan benar-benar harus dapat dihindari," kata Markus Putzel, Penjabat Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan dikutip alarabiya.net, Minggu.

"Pengecualian terus-menerus terhadap anak perempuan dari sekolah menengah tidak memiliki pembenaran yang dapat diterima dan tidak ada bandingannya di mana pun di dunia," tambahnya.

Menurut perkiraan PBB, lebih dari satu juta anak perempuan dicegah bersekolah di sekolah menengah selama setahun terakhir.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

mgid.com, 340009, DIRECT, d4c29acad76ce94f