• Home
  • Nasional
  • Kerusuhan Papua Memanas, Massa Ngamuk Bakar Kantor Bea Cukai, Lihat Videonya
  • Home
  • NASIONAL
  • Kerusuhan Papua Memanas, Massa Ngamuk Bakar Kantor Bea Cukai, Lihat Videonya

Kerusuhan Papua Memanas, Massa Ngamuk Bakar Kantor Bea Cukai, Lihat Videonya

admin Jumat, 30 Agustus 2019 15:16 WIB

Pesisirnews.com - Kerusuhan Papua meluas dan memanas hingga ke Jayapura. Kantor-kantor layanan publik dan fasilitas umum dirusak dan dibakar.

Dilansir dari Pojoksatu.id, dari salah satu video yang diterima redaksi, tampak api membumbung membakar kantor Bea Cukai, Kamis (30/8/2019) malam

Sejak kemarin massa memang bertindak anarkistis sehingga membuat aktivitas warga lumpuh.

Ratusan warga dikabarkan harus mengungsi ke tiga lokasi yakni Markas Yonif 751 Sentani, Kodam baru, dan Markas TNI AL di Entrop.

Hingga kini, Jumat (30/8/2019), fasilitas-fasilitas umum yang dibakar massa adalah Kantor Majelis Rakyat Papua, pertokoan di Kawasan Papua Trade Center serta lapas Abepura.

Bukan itu saja, gedung pemerintah, rumah, maupun hotel di Seputaran Expo Waena juga dibakar massa.

Sebelumnya massa juga menyerang aparat kepolisian yang bertugas mengamankan situasi di lokasi.

Sementara itu layanan komunikasi di Papua terganggu. Warga hanya bisa mengakses telepon dan SMS.

Dilansir JawaPos.com, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengatakan terkendalanya layanan komunikasi bukan lantaran diblokir pemerintah.

"Tapi karena memang gangguan," ujarnya melalui pesan singkat.

Terganggunya akses telekomunikasi voice dan SMS di wilayah Papua diketahui akibat buntut dari kerusuhan. Massa aksi dilaporkan mengamuk dan membakar kantor TelkomGroup di wilayah Koti.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, Telkom sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mengamankan aset-aset milik TelkomGroup.

"Kami juga memastikan seluruh layanan TelkomGroup seperti seluler dan fixedline agar tetap beroperasi, khususnya di lokasi-lokasi strategis. Telkom juga telah mengaktifkan crisis center tingkat nasional di Jakarta dan regional di Makassar yang memantau kondisi infrastruktur dan layanan selama 24 jam," ujar Arif.

(***)

Loading...
Tags nasionalperistiwa

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments